//
archives

Embun Jiwa

This category contains 8 posts

Jangan Sia-siakan Waktu Subuh Mu

Sebagaimana tempat, dimensi waktu pun bisa menjadi sarana yang efektif dalam menghantarkan seorang hamba meraih keutamaan di sisi Allah. Bukankah shalat-yang menjadi wahana paling khusyuk dalam beraudiensi dengan-Nya-ditandai dengan waktu? Dalam Kitab-Nya, Allah juga sering menggugah kita dengan ungkapan waktu, termasuk waktu subuh. “Demi fajar/subuh,” firman-Nya dalam surah Al-Fajr. Ayat ini mengetuk kita dengan penggunaan … Baca lebih lanjut

Inilah aku. Dan kamu siapa?

Suatu ketika seorang wartawan bertanya kepada Imam Syahid Hassan Al-Banna tentang diri beliau. Wartawan itu meminta agar beliau menjelaskan sendiri tentang dirinya kepada masyarakat. Imam Syahid pun – semoga rahmat Allah senantiasa menyertainya – menjawab,“Akulah petualang yang mencari kebenaran. Akulah manusia yang mencari makna dan hakekat kemanusiaannya di tengah manusia. Akulah patriot yang berjuang menegakkan kehormatan, … Baca lebih lanjut

Cinta

Cinta manusia senantiasa bercumbu dengan hati. Sebaliknya selalu bermusuhan dengan nalar. Ketika kita memuja cinta, maka kita akan lebih suka mendengarkan hati, dan menutup celah-celah logika. Hingga episode hati yang tergores karena cinta pun dimulai. Hati yang polos seringkali dikelabuhi, dikhianati, dan dibohongi. Airmata pun menjadi komoditi dari sepenggal adegan ini. Maka murnikanlah cinta. Tanamkan … Baca lebih lanjut

Rasullulloh dan Pengemis Yahudi

Disebuah sudut kota madinah selalu mangkal seorang pengemis Yahudi buta. Setiap orang yang mendekati, ia selalu berkata, “Wahai saudaraku, jangan engkau dekati Muhammad yang mengaku Rasul itu. Dia gila, pembohong, dan tukang sihir. Jika mendekatinya dia memengaruhimu.”  Walau sebegitu busuk hati dan perbuatan pengemis itu, setiap pagi Rasulullah selalu membawakan makanan untuknya. Tanpa berkata, beliau … Baca lebih lanjut

Takkan Pernah Tertawa

Aku sering tertawa. Terlena akan dunia. Seakan-akan hidup hanya sebatas hidup. Tidak ada kematian, kematian yang menyakitkan. Tak ada perhitungan, perhitungan yang akurat. Tak ada akhirat, akhirat yang kekal. Tak ada neraka, siksaan yang teramat sangat. Tak ada surga, kenikmatan tiada tara Aku menangis… Rasulullah memarahiku. Wajahnya yang mulia mulai merona. “Demi Allah! Sekiranya kamu tahu … Baca lebih lanjut

Mangkuk Cantik, Madu dan Sehelai Rambut

Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar ra., Umar ra., Utsman ra., dan ‘Ali ra., bertamu ke rumah Ali ra. Di rumah Ali ra. istrinya Sayidatina Fathimah rha. putri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu. Baginda … Baca lebih lanjut

aKu RIndU PaDaMU

Usai shalat maghrib aku bergegas pulang. Kantorku di Jl. Talang No.3 Proklamasi Jakarta-Pusat. Aku memutuskan untuk pulang ke Bekasi. Padahal biasanya untuk hari-hari kerja, aku tinggal di kontrakan yang tidak jauh dari kantor. Tapi malam ini entah kenapa hatiku menggebu untuk ke Bekasi.  Malam ini pula malam pertama memasuki bulan puasa. Aku meyakini Ramadhanlah yang … Baca lebih lanjut

Katak Kolam dan Katak Laut

Bagi seekor katak yang tidak pernah meninggalkan kolamnya, lautan seperti tampak meja judi. Coba lihat apa yang dia tinggalkan: kenyamanan, kuasa atas dunia, pengakuan! Katak laut hanya menggelengkan kepalanya dan berkata: “saya tidak bisa menjelaskan tempat saya tinggal, tapi suatu hari nanti, akan saya ajak engkau ke sana.” (Jalaluddin Rumi, kutipan buku Sufi Corporate) Seekor … Baca lebih lanjut