//
you're reading...
Buku Diary-ku

JANGAN MENOLAK RIZKI KECIL

Rizki jangan ditolak, meski cuma sedikit. Pepatah itu telah menguak kesadaran saya yang sedang membangun sebuah usaha mandiri, di bidang Digital Sablon & Merchandise. Betapa tidak, saya sudah menolak sebuah orderan dua kali. Pembuatan pin dan gantungan kunci.

Orderan pertama datang dari kantor saya sendiri. Pembuatan Pin 72 mm sebanyak 30 buah. Saya menolak karena harga yang diminta sangat murah jauh di bawah harga yang sudah menjadi price list saya. Perbandingan harga tersebut terlampau jauh, sehingga saya memutuskan untuk tidak mengambilnya. Padahal jika dikalkulasikan, saya masih untung meski hanya sedikit, sekitar Rp. 500,- / pcs. Jika dikalikan maka keuntungan saya hanya sebesar Rp. 15.000,-.

Ternyata penolakan atas rizki yang kecil berbuntut pada rizki berikutnya yang akan segera datang.

Suatu sore, teman saya menelpon. Karena saya sedang mengendarai motor ditambah jalanan macet, saya urung mengangkatnya. Setelah telepon ketiga kalinya, saya menepi untuk mengangkatnya –biasanya jika ada telepon sampai ketiga kali atau lebih , saya asumsikan ada sesuatu yang sangat penting–. Teman saya yang diseberang telepon, menanyakan harga gantungan kunci jika order sekitar 150 pcs. Saya jawab, nanti saja kalau sudah sampai rumah, saya kasih tahu harganya, karena saya belum hafal satu per satu.

Saya sms harganya sesaat setelah sampai di rumah. Di sms balasannya dia minta dikurangi Rp. 500,- / pcs. Saya akan jawab OK, tapi saya urung karena keburu mau antar Istri periksa kandungan yang sudah menginjak minggu ke-37, ke Bidan dekat rumah.

Baru setelah pulang, sekitar jam 9 malam, saya sms ‘itu sudah murah bos, saya jamin deh, hehehe,,,’. Sebenarnya dengan harga yang ditawar, saya sudah mendapatkan untuk lebih dari 100%. Sms tersebut hanya pancingan, supaya ada posisi tawar menawar yang seimbang, berharap kalau-kalau harga yang semula bisa masuk. Kan lumayan, untungnya tambah gede, pikirku.

Dia tidak membalas. Saya anggap biasa saja, mungkin dia sudah tidur. Pagi harinya dia telepon saya, tapi tidak saya angkat, karena saya sedang mencuci motor. Saya harap dia telepon ke saya lagi, tapi tidak dia lakukan.

Seperti biasa, pagi-pagi saya berangkat ke kantor. Setelah sampai di kantor, saya telepon dia, menanyakan deal harganya. Dia bilang tidak jadi order, sudah order ke yang lain yang bisa dengan harga segitu. Kemarin saya telepon kamu susah banget, katanya.

Membatin, belum menjadi rizki saya. Ya sudahlah,,, ini pelajaran yang sangat berharga buat saya yang sedang belajar meniti usaha.

Kini saya semakin meyakini kebenaran pepatah tersebut. Ya ya ya,, Jangan Menolak Rizki Kecil.

Jakarta, 2 Des 09

Iklan

About seva

Aku tercipta Dari sesuatu yang nista Dalam rupa yang sempurna Mengemban satu makna Mengisi satu sisi yang tersisa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: