//
you're reading...
Sajak-sajak

Aku hendak telanjang bersetubuh

Aku hendak telanjang bersetubuh

Mengandung benihmu

Melahirkan teriakan malam tak bersuara

Melahirkan Jeritan jalan si anak sial

Melahirkan Nyanyian beku si pengamen miskin

Melahirkan rintihan pengemis tua dan kaisan pencari sampah

Aku tambah resah dikubang waktu menjarah

Rumah merah tertawakanku semakin gelisah

Malamku lemah pulang dan menyerah

Aku hendak meminang

Menimangmu, menjamumu, melayanimu

Dengan tanganku, mataku, pikiranku, keringatku, segenap jiwa ragaku

Tunjuk!, mana jalan kapan waktu

Aku hidup dalam nafasku

Melukisi takdirku

Menorehkan namaku dengan darah

Di langit itu sampai runtuh terbelah

Atau di bumi ini sampai pecah berbuncah-buncah

Mungkin juga di laut sana sampai muntah menjamah bagai raksasa air bah

Jalanan, 12 November 2008

Iklan

About seva

Aku tercipta Dari sesuatu yang nista Dalam rupa yang sempurna Mengemban satu makna Mengisi satu sisi yang tersisa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: