//
you're reading...
Pencari Tuhan

KENCANGKAN IKAT PINGGANG

Tidak terasa, dua puluh hari sudah, kita berpuasa. Menempa diri mengabdi pada Allah, menjalankan perintahnya, menahan nafsu manusiawi semata-mata karena Allah Ta’ala. Bekerja keras beribadah semaksimal mungkin untuk merengkuh Rahmat-Nya yang sangat dekat, yaitu pada 10 hari pertama. Memohon dengan sangat, segala ampunan-Nya yang Allah buka lebar-lebar, yaitu sepuluh hari kedua. Dan kini, fase ketiga, sepuluh hari terakhir, Allah tutup rapat-rapat, dan Allah jauhkan sejauh-jauhnya Api neraka terhadap kita.

Di sepuluh hari terakhir, Nabi kita, Muhammad Saw, sangat menganjurkan kita untuk beri’tikaf di Masjid. Mengencangkan ikat pinggang, total beribadah, seakan tidak rela bulan yang sangat mulia ini meninggalkan kita dengan sia-sia. Mengintensifkan ibadah-ibadah maghdoh seperti membaca Al-qur’an, sholat wajib berjamaah, shalat sunnat rawatib dan shalat sunnat lainnya, berzikir kepada Allah (bertashbih, tahmid, takbir, tahlil, bershalawat kepada Nabi, dan lain sebagainya.

I’tikaf

Secara bahasa, I’tikaf berarti mendiami suatu tempat. Para ulama meng-istilahkan I’tikaf adalah mendiami Masjid dalam rangka bertaqarrub kepada Allah Swt.

Hukum I’tikaf akan menjadi sunnah Mu’aqadah pada sepuluh hari terakhir bulan puasa. Sunnat yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Oleh karena I’tikaf termasuk ibadah, maka ada rukun-rukunnya, yaitu :

1. Niat

Secara lafadz, niat I’tikaf, “Nawaitu al-I’tikaf Fi Hadza al-Masjidi Sunnat al-Lillahi Ta’ala (Saya niat beri’tikaf di masjid ini sunnat karena Allah Ta’ala)”

Namun saudaraku, inti dari niat itu ada di hati. Saya I’tikaf. Cukup.

2. Mendiami Masjid

Berada di dalam Masjid, berdiam diri di Masjid, dengan melakukan ibadah-ibadah kepada Allah Swt.

Bisa jadi ada orang yang berada di Masjid, tapi tidak di posisi biasa untuk ibadah/shalat, seperti di teras. Atau bisa jadi orang itu berada di dalam Masjid, dengan posisi berada pada tempat biasa untuk ibadah/shalat, tapi orang tersebut tidak melakukan ibadah, misalkan sebatas tidur saja. Hal ini bukanlah I’tikaf.

3. Tujuan berI’tikaf

Ke Masjid memang tujuannya untuk berI’tikaf. Tidak untuk yang lain. Karena boleh jadi pergi ke Masjid tujuannya justru untuk berbuat jahat, seperti mencuri.

4. Berada di Masjid

Berada di bangunan yang dimaksudkan menjadi sebuah Masjid. Jika orang berdiam diri melakukan ibadah kepada Allah Ta’ala tapi berada di sebuah aula, bukan termasuk I’tikaf.

I’tikaf adalah upaya semaksimal mungkin seorang hamba beribadah kepada Allah Sang Kholiq-nya, bertaqarrub, bermuhasabah, dalam rangka mencari keridhaan Allah Ta’ala. Kesempatan yang sesungguhnya hanya datang sekali saja pada kita. Bulan yang sangat baik diantara bulan-bulan yang lainnya. Kesempatan terakhir, yang jika kita mengabaikannya, maka penyesalan seumur sisa hidup kita.

Juga di sepuluh hari terakhir, menurut riwayat yang kuat, ada satu malam yang sangat istimewa keutamaannya lebih baik dari seribu bulan. Adalah Lailatul Qadar, suatu malam yang Firman Allah Ta’ala, Al-Qur’an Karim, diturunkan. Maka, I’tikaf juga adalah upaya untuk merengkuh malam dimana para Mala’ikat Allah Ta’ala turun, dengan mengucapkan Salaaaam, sampai fajar menyingsing, hiya hatta mathla ‘1l fajr.

Semoga rangkaian Ramadhan, akan menempa kita menjadi manusia yang bertaqwa. Sebagaimana tujuan Allah Ta’ala mewajibkan ibadah ini sebulan penuh. La’allakum Tattakuun.

Hingga pada akhirnya, kita membuktikan kemenangan melawan hawa nafsu, yaitu kembali ke fitrah. Menjadi manusia yang suci hingga cinta menjemput kita, atau sampai Ramadhan berikutnya.

Wallahu a’lam bishshowab.

Bekasi, 20 Sept 2008 M / 20 Ramadhan 1429 H

Iklan

About seva

Aku tercipta Dari sesuatu yang nista Dalam rupa yang sempurna Mengemban satu makna Mengisi satu sisi yang tersisa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: