//
you're reading...
Saatnya Bebas Bicara

ISLAM KAMPUS

Sesuai dengan UU sisdiknas, mata kuliah Agama (Islam) merupakan mata kuliah wajib yang harus diberikan kepada Mahasiswa seperti Pancasila dan Bahasa Indonesia. di semua PTN, mata kuliah Agama disampaikan dengan mengacu rambu-rambu yang diedarkan oleh Ditjen Dikti Depdiknas dan tampaknya tidak ada yang istimewa karena berjalan seperti mata kuliah yang lainnya.

Menjadi menarik karena di hampir semua PTN bahkan PTS, para aktivis Islam kampus mengadakan kegiatan mentoring Agama Islam, semacam kegiatan kokulikuler yang mendalami lebih lanjut agama Islam. Dalam prakteknya, kegiatan mentoring ini sering dijadikan sebagai sarana penanaman Islam Ideologis terhadap peserta yang kebanyakan adalah Mahasiswa baru.

Para mentor pada umumnya adalah para aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang cenderung memiliki visi Islam politik, baik yang bercorak Ikhwanul Muslimin (KAMMI) maupun Hizbut-Tahrir (Gema Pembebasan). Sementara itu, aktivis HMI, PMII, dan IMM yang cenderung lebih moderat dalam memahami Islam, kurang berperan dalam kegiatan mentoring ini, kecuali di Kampus tertentu.

Masjid Kampus

Kesemarakan Islam kampus tidak bisa dipisahkan dari keberadaan masjid kampus sebagai sentral kegiatannya. Pada masa lalu, masjid kampus didirikan melalui serangkaian perjuangan heroic yang panjang., seperti Masjid Salman ITB, dan Masjid Arif Rahman Hakim UI. Belakangan ini pendirian Masjid di kampus tidak mengalami hambatan yang berarti.

Dibandingkan dengan Masjid lain pada umumnya, masjid kampus lebih greget kegiatan keislamannya. Fungsinya tidak hanya sebagai sarana ibadah ritual, tetapi juga sebagai tempat kajian keislaman. Tidak heran jika Masjid kampus dilengkapi dengan koleksi perpustakaan buku-buku Islam dan kegiatan social-religius lainnya.

Masjid Salman ITB adalah gambaran ideal Masjid kampus yang sanggup memberdayakan dirinya bahkan mampu memberikan beasiswa dan layanan social lainnya.

Varian Islam Kampus

Kehidupan Islam kampus tidak berwajah tunggal. Tetapi menggambarkan keberagaman Islam di Indonesia. Hampir semua varian Islam yang ada di masyarakat dapat ditemukan dalam kehidupan Islam kampus.

Interaksi antar varian Islam kampus tampaknya berjalan baik, kecuali beberapa ketegangan-ketegangan di kampus-kampus tertentu. Ketegangan itu antara lain dipicu perbedaan orientasi dan gerakan serta akses untuk memanfaatkan fasilitas kampus. Dilihat dari orientasinya, Islam kampus dapat dibedakan menjadi Islam varian politik dan Islam varian cultural.

Varian pertama cenderung melihat Islam sebagai ideology yang mengikat semua umatnya baik dari tataran ritual, hokum, politik, ekonomi, maupun budaya. Dalam pandangan mereka, Islam adalah agama ideal dan komplit yang bisa menjadi solusi atas semua problem yang dihadapi manusia.

Tidak ada system yang lebih baik daripada Islam. Cirri menonjol dari varian ini adalah konsistensi perjuangannya untuk menerapkan syariat Islam secara formal, termasuk kasus ketika oknum pengurus BEM fakultas di sebuah PTN memberlakukan syariat Islam di lingkungan kampus.

Mereka sangat kritis terhadap gagasan yang berasal dari Barat, bahkan ada yang sampai mengharamkan Demokrasi, Pemilu, Lembaga Legislatif, dan idiom-idiom politik lainnya karena dipandang tidak sesuai dengan Islam. Jika diamati secara seksama, varian Islam politik di kampus ternyata tidak berwajah tunggal.

Sebagian masih cukup akomodatif dalam memandang dan berpartisipasi dalam system perpolitikan di Negara ini. sebagian lagi mencita-citakan sebuah kesatuan umat Islam dunia dalam sebuah wadah kekhalifahan.

Corak pertama diwakili oleh KAMMI yang sering disebut gerakan Tarbiyah. Sedangkan yang kedua adalah Gema Pembebasan, sebuah gerakan Mahasiswa dibawah HTI. Kedua sub varian Islam politik ini ternyata tidak bisa bersatu. Dalam skala nasional, para aktivis Islam yang berhaluan tarbiyah menghimpun diri dalam FSLDK (Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus). Sedangkan yang berhaluan HTI tergabung dalam BKLDK (Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus).

Terlepas dari itu semua, ternyata varian Islam politik lebih merupakan perpanjangan tangan dari organisasi induknya di Timur Tengah. Pada sisi yang lain, varian Islam kampus yang bergerak dalam tataran cultural intelektual diwakili HMI, PMII, dan IMM. Varian ini lebih sering terlibat dalam kajian-kajian yang bisa melatih ketajaman analisis mereka terhadap fenomena social.

Itulah mengapa sebagian mereka sering terlibat diskusi-diskusi tentang wacana kiri, sesuatu yang diharamkan oleh varian Islam politik. Dilihat dari segi kuantitas, ternyata jumlah aktivis Islam kampus lebih sedikit dibandingkan dengan para Mahasiswa yang hedonis dan cuek.

Itulah sepintas gambaran kehidupan Islam di Kampus.
Abdul Munip (Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
OPINI REPUBLIKA, Jum’at 25 April 2008

Iklan

About seva

Aku tercipta Dari sesuatu yang nista Dalam rupa yang sempurna Mengemban satu makna Mengisi satu sisi yang tersisa

Diskusi

3 respons untuk ‘ISLAM KAMPUS

  1. Assalamu’alaikum wr.wb Memang kehidupan kampus bisa diibaratkan peperangan antar ideologi. Baik itu ideologi Islam dengan kapitalis maupun sosialis. Dan Alhamdulillah sekarang mulai banyak mahasiswa yang mulai memalingkan mukanya untuk mempelajari syariah Islam beserta penerapan, 😀

    Posted by senopatiarthur | April 28, 2008, 6:57 am
  2. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://agama.infogue.com/islam_kampus

    Posted by senopatiarthur | April 28, 2008, 7:12 am
  3. setiap orang punya kelebihan dan kekurangan… untuk itulah, semua umat Islam harus bersatu-padu agar dakwah berhasil…

    janganlah kita saling menyalahkan… lebih baik saling mendukung & melengkapi…

    begitu dulu, saudaraku… semoga Allah menyatukan & melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    Posted by achfaisol | September 8, 2008, 3:59 am

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: