//
you're reading...
Buku Diary-ku

Zafda Roadshow (bag.3)

Sebelumnya kami mohon maaf atas tersendatnya postingan Zafda Roadshow bagian 3. Kami kesulitan mencari data materi yang telah disampaikan Ust. Reza di PT. Enesis. Kami coba melacak di internet, (berdasarkan informasi salah satu personil Zafda), tapi versi LOVE yang ada di sebuah blog yang beralamat di http://dien24.blogspot.com/2005_12_01_archive.html), berbeda dengan LOVE versi yang disampaikan di sini. Untuk menjaga orisinalitasnya, kami terpaksa menunda-nundanya sebelum akhirnya kami dapatkan rekaman suara beliau menggunakan media Handphone, yang telah direkam salah satu personil Zafda (ehm, inisiatif yang baik). Alhamdulillah.

…………….

Jurus…. Menahan Malu!!

“Untuk sedikit menghibur, mari kita sambut Tim Nasyid dari Bekasi, Z A F D A …!!!!!” teriak seorang pembawa acara berapi-api, layaknya Mahasiswa yang sedang berorasi di depan kantor Meneg BUMN yang tega menjual aset-aset Negara. (nggak berapi-api ding, biasa aja. He.. he.. he..)

Kikuk, ragu, bercampur malu, akhirnya Zafda tampil juga. Dengan tempat yang sempit, kami berjejal saling berhimpit, berdesak sikut sana sikut sini antar kulit. Sampai Akhirnya terbentuk formasi cukup pejal. Sebuah persegi panjang 3 x 2. Dua baris dan tiga kolom. Syahruddin, Dedi, dan Wisnu ada di baris pertama. Masyhuri, Nazal, dan Lukman menempati baris terbelakang. Dengan sound system ala kadarnya, kami mengadu suara. Dengan raga yang tersisa sedikit tenaga kami coba mengambil nada. Dengan perut yang semakin bergejolak karena lambung sudah berteriak-teriak, kami coba mengeluarkan tune-tune serak.

Terus terang kami grogi. Neurves abiez bo.. Maklum, posisi Ust. Reza tepat banget satu meter disamping kanan. Dekat sekali. Kalau sudah begini, efek yang menghantui kami adalah, suara jadi ……

“Assalamu’aikum, ya akhi.. ya ukhti.. 3X

Salam-salam hai saudaraku
Semoga Allah merahmatimu
Salam-salam wahai semua
Smoga hidup jadi bahagia…”

Ilaa akhiirihi (maksudnya sampai lagunya selesai).

Alhamdulillah lagu Assalamu’alaikumnya Opiek sudah berhasil Zafda Nyanyikan. Tapi… ko nggak ada yang tepuk tangan ya?. Semua penonton terpaku. Muka-muka mereka beku seperti salju. Dingin sekali. Jangan-jangan tadi suaranya…

Plok! Plok! Plok!

“Tepuk tangan yang terlambat”. Desis kami dalam hati. “Ah biarin aja, yang penting teuteup PeDe euy!”

Kami coba mengadu nasib lagi dengan menembangkan dua lagu. Modal suara sudah tak bisa dipercaya. Modal performance sudah habis dilunturkan oleh hujan. Moral tertinggi yang kami miliki pun harus kami kubur dalam-dalam. Modal-modal yang lain yang kami punyai sudah hilang semua. Kini tinggal satu modal tersisa yaitu sebuah jurus pamungkas. Terpaksa kami mengeluarkan…. “JURUS…. MENAHAN MALU!”. Hik.. hik.. hik..

4 Konsep Cinta Ust. REZA

(Afwan, materi yang disampaikan Ust. Reza, terpaksa kami ramu dengan cara kami sendiri. Semoga tidak merubah esensinya_red)

Saatnya Ustadz muda berjubah putih itu mengambil ancang-ancang. Kami para jama’ah pun sudah memasang mata dan membuka telinga panjang-panjang.

“Kita semua tentu mengenal tujuh keajaiban dunia, betul… ?” Kata Ust. Reza setelah selesai sesi pembukaan dalam ceramahnya.

“Betuuuuuuuuuuuuuuul!”. Serentak jama’ah menjawab, seperti paduan suara konser musik akbar.

“Ada keajaiban dunia yang ke delapan, bahkan mungkin urutannya nomor satu”. Lanjut beliau. “Yaitu CINTA. Menara Pisa kalah, Tembok Cina kalah, Piramida kalah ..”

“Begitu dahsyatnya Kata Cinta hingga barang dagangan yang bertemakan cinta, laris manis di pasaran. Musik yang bertemakan cinta, laku. Film yang bercerita tentang cinta, karcis pasti habis. Dan buku yang berjudul cinta, seperti AYAT-AYAT CINTA, best seller.

Seorang ibu yang dengan susah payah menguras tenaga hingga raga semakin lemah, akan tersenyum menyambut kelahiran buah hatinya. Senyuman atas nama cinta. Semua kepayahan seketika tergantikan. Itulah cinta.

Ada sebuah cerita mengharukan tentang seorang Sahabat Nabi yang terkenal sangat sayang pada Ibunya. Ketika ibunya mengetahui bahwa anaknya sudah menjadi pengikut Muhammad, sang ibu menyuruhnya untuk meninggalkan Muhammad. Sang anak tidak bergeming. Sampai ada seseorang mengabarkan keadaan ibunya yang sekarat karena mogok makan. Sang anak tidak tega mendengarnya. Lalu menemuinya. Sang ibu berkata “Wahai anakku, tidakkah engkau sayang sama Ibumu yang sekarat ini. Sahabat tersebut menjawab dengan penuh kesungguhan, “Wahai Ibu, seandainya aku punya seratus nyawa, lalu keluar satu persatu dari ragaku, aku takkan pernah meninggalkan Muhammad. Ibunya luluh, lalu masuk Islam. Subhanallah.

Cinta yang tulus tidak mengharapkan apapun. Yang ada di hatinya hanya ketulusan mencari Ridha Allah Swt. Formulanya adalah “What You Give more than what you get”.

Lalu bagaimana ketika kadar Cinta Mulai Memudar. Apa kiat-kiatnya untuk membangkitkan kembali rasa cinta itu. Itulah pembahasan kita kali ini”.

….~~~~…..

“Bahasa Inggrisnya Cinta apa?” tanya Ustd. Reza mengawali kiat-kiat nya.

“Love”. Jawab sebagian hadirin tak serentak.

“Love terdiri dari empat huruf. L, O, V, dan E”. Lanjut Beliau.

L adalah Loyal to the principal
Setia terhadap prinsip, komitmen pada prinsip, bukan komitmen pada yang di luar prinsip. Principal Center, berpusat pada prinsip. Kalau kita berpusat pada prinsip, kita tidak harus mengalahkan yang satu demi memenangkan yang lain, kita akan mendapatkan kemenangan di semua pihak.

Formulanya adalah La haula wal quwwata illa billah

Tiada daya dan upaya melainkan hanya Allah. Cinta kepada Allah Swt yang menjadi principal center. Tidak ada yang lain. Jika itu baik menurut Allah, maka kerjakan dan perjuangkan. Jangan dengarkan ocehan-ocehan negative orang lain. Jangan seperti cerita seorang Bapak, Anak, dan seekor keledai.

O adalah Optimis
Tanamkan keyakinan pada Allah. Maka kita akan menjadi orang yang Optimis. Allah beserta orang-orang yang sabar dan benar.

Formulanya Allahuakbar

Jika sudah Allahuakbar, Allah Maha Besar, maka semua selain Allah akan menjadi kecil. Sebesar apapun masalah yang menghadang, jika Allahuakbar, maka akan menjadi remeh, dan kita akan optimis bisa menyelesaikannya atas pertolongan Allah.

V adalah Victory
Seorang yang cinta, dia akan mendapatkan sebuah kemenangan. Kemenangan yang bukan saja dalam bentuk secara fisik, tapi juga non fisik, yaitu apa yang saya sebut dengan istilah touchable victory dan untouchable victory.

Itu yang dikatakan Allah di dalam Al-Qur’an:
“Hai Jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam Jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.” (QS. Al Fajr 89: 27-30)

Formulanya Alhamdulillah
Bersyukur, maka Allah akan menambahkan nikmatNya. Itulah kemenangan hati yang hakiki.

E adalah Energy
Semangat. Setiap aktifitas yang kita lakukan senantiasa diwarnai aura semangat membara. Karena setiap amal baik yang kita lakukan, meski sebesar Dzarrah, takkan sia-sia. Allah pasti melihatnya.

Berjalannya Nabi itu setengah berlari, sampai Ali yang mengikutinya selalu ketinggalan.

Formulanya La ilaha illallah
Tiada Tuhan yang berhak disembah, melainkan Allah.”

………………

Waktu beranjak maghrib. Ust. muda itu mengakhiri ceramahnya dengan membaca doa penutup. Setelah selesai, kami semua berbuka puasa bersama.

Perjumpaan personil ZAFDA dengan Ustadz Reza diakhiri dengan berphoto-photo ria. Berjabat tangan dengan beliau beserta 2 sahabatnya. Salah satu sahabat beliau dengan senyum ramahnya berkata pada salah satu personil Zafda, “Tadi, sound-nya kurang yah?”.

“Deg! Sound-nya yang kurang, apa suaranya yang…” Desis personil Zafda tersebut. “Kritikan yang cantik”.

Adegan Sadis Orang-orang Lapar

Kami segera meninggalkan tempat yang dibasahi kenangan menarik dan unik. Satu pengalaman kami dapatkan. Akan kami arsip bersama pengalaman-pengalaman yang telah kami dapatkan sebelumnya dalam tabungan amal kami. Satu kali waktu, kami akan keluarkan sebagai bahan cerita yang mampu membangun senyum keceriaan diantara kami. Kenangan manis di PT. ENESIS.

Syaruddin, Dedi, Lukman, dan Wisnu naik mobil. Yogi dan mobilnya sudah menjadi parter setia Zafda. Jika ada tawaran menggunakan Sound System, maka dengan cekatan mobil Yogi bersiap mengantarkan sampai tujuan. Sungguh nikmat bisnis berbasis ukhuwah. Semuanya serba indah.

Nazal dan Masyhuri, naik motor. Kasihan mereka, tenaga sudah terkuras, perut hanya terisi makanan seadanya, pulang-pulang harus naik motor pula. Kalau yang lain sih enak, bisa tidur di dalam mobil. Eit, jangan ngiri-ngiri-an gitu ah. Inget! perjuangan menuntut kita untuk terus sabar demi sebuah kemenangan. Ya nggak?. Dimanapun berada, bagaimanapun kondisinya, jikalau kita bersabar dan memahami esensi perjuangan, maka kita akan mendapati kenikmatan yang hakiki, bukan sebatas duniawi. Tidak semua orang merasakannya. Kecuali seorang pejuang sejati. Semoga.

Rencana kami selanjutnya, berpetualang mencari sesuap dua suap tiga suap sampai satu piring dua piring nasi. Kali ini korbannya adalah RM Purbasari yang terletak di jalan Bekasi-Pulogadung. Kami terpaksa menguras persediaan makanan mereka demi mengisi perut kami yang sudah kembang kempis. Kami benar-benar kelaparan. Kami perlu makanan. Kami butuh tenaga untuk melanjutkan perjalanan.

Tenang! kami orang baik. Pasti kami bayar dengan harga yang pantas. Kami bukan perampok sadis yang tega menggadaikan moralnya mengambil paksa hak orang lain. Kami bukan koruptor-koruptor bodoh nan tolol yang tidak jijik makan makanan kotor hasil korupsinya. Dijamin uang kami halal 100% dan didulang dari hasil perasan keringat kami.

Para pelayan sudah menyiapkan nasi bakul, ikan bawal, ayam bakar, lalapan, serta sambal. Sungguh menggoda lambung kami yang semakin berisik. Keruyukan. Tapi satu personil belum juga sampai. Masyhuri. Sepertinya dia ketinggalan di belakang. Atau mungkin tersesat. Alah! Kayak di hutan aja, tersesat.

Yang ditunggu akhirnya sampai juga. Alhamdulillah, belum sempet membuat kami sepet, tapi mungkin ada barangkali. Bayangin aja, perut sudah keroncongan, makanan sudah siap kami sikat, masa harus menunggu satu orang. Nggak fair dong. Begitulah, ketika keadaan mendesak, maka kita harus meninggalkan mereka yang tertinggal, demi kepentingan yang lebih banyak dan lebih baik lagi. tapi dimana letak setia kawan-nya yah?. Ah, sudahlah. Soal makan saja, repot.

Kami dengan formasi Zafda lengkap plus “supir kami” Yogi, langsung memporak-porandakan semua makanan yang tersaji di depan kami. Adegan sadis orang-orang kelaparan pun diputar. Sedikit demi sedikit, ayam itu masuk ke mulut sampai menyisakan tulang. Ikan-ikan pun tak kalah sialnya berada di tangan kami, karena yang tertinggal hanya kepala dan kerangka dadanya. Nasi dalam bakul dikuras sampai ke dasar. Kucing yang duduk di bawah meja dengan sabar menunggu sifat sosial kami. Sambil meringik, meong!!! meong!! meong!!

Lalapan habis dilalap kami yang semakin kalap. Pedasnya sambal sunda membuat kami megap-megap. Segelas air sangat membantu memasukkan makanan ke lambung kami dengan mantap. Setelah semuanya selesai, tinggal mulut kami yang harus menguap-nguap. Biasa, kalau kenyang bawaanya ngantuk. Betul?

Malam semakin menunjukkan keheningannya. Dingin menjalari tubuh-tubuh kami yang kelelahan. Perjalanan menuju Bekasi kami lanjutkan. Roadshow Zafda dibulan Ramadhan penuh berkah kali ini berakhir di sini. Di Rumah Makan Purbasari. Laju roda mobil carry seakan menutup layar teater yang telah kami pentaskan. Pekatnya malam seperti lampu yang semakin redup, terus meredup, kemudian gelap seiring berakhirnya putaran rol film di bioskop 21. Semoga perjalanan kami senantiasa mendapatkan Ridho Allah SWT. Dan menjadi simpanan amal kebaikan kami di akhirat kelak. Amin.

ZAFDA!, Keep Fighting. Allahu Akbar!!!!

Khatam.

Seva, Jak_271107

Iklan

About seva

Aku tercipta Dari sesuatu yang nista Dalam rupa yang sempurna Mengemban satu makna Mengisi satu sisi yang tersisa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: