Tentang Aku

teguh berdiriAkhirnya mereka memberi nama Masyhuri pada putra ke-4 nya. Anak kecil yang manis itu lahir beberapa minggu yang lalu saat subuh tiba. Kebahagiaan menyeruak dari ruang hati mereka. Anugerah Allah yang tiada terkira. Amanah Allah yang tak boleh di sia-sia.

Biasanya setiap anak yang terlahir (tradisi dalam keluarga besar saya), selalu meminta rujukan ke Kakek. Beliau adalah tokoh agama yang sangat disegani masyarakat di kampungnya. Seorang ulama yang zuhud, rendah hati, dan tulus ihlas. KH. Ambari namanya.

Seperti Uwa (kakak dari ibu) saya, ke-5 anaknya yang memberi nama adalah Kakek. Ke-3 kakak saya juga nama-namanya hasil dari pemberian Kakek. Hanya saya saja mungkin yang berbeda. Bapak saya sendiri yang memberi nama.

Masyhuri. Ya, Masyhuri nama saya. Kenapa Masyhuri? mungkin orangtua saya ingin aku menjadi orang yang terMasyhur (terkenal). InsyaAllah terkenal dengan hal-hal yang baik. Amiiin.

Nama belakang saya tambahi Nuam. Nuam adalah singkatan dari ibNU AMbari, diambil dari nama kakek saya -Ambari-). Nama pena-nya Seivally Nuam. Seivally sendiri adalah plesetan dari dua kata Saif Ali (Pedang Ali).  

Adalah Kalimati, Desa sejuk yang menampung segala kenangan indah waktu aku kecil. Saat pagi menghampiri, aku bermain di sawah yang luas dan sejuk. Sore hari berenang di kali bersama kawan-kawan sejati. Meski airnya keruh berwarna coklat, tapi… aku riang menikmati. Saat malam menjelang, angin kumbang akan terus membelai wajah kampungku.

Sekarang aku jauh darinya. Merantau ke kota Jakarta. Demi selangit harapan. Mengukir masa depan.

Meski demikian, bagiku engkaulah tempat yang terindah yang pernah aku singgahi.

Setiap udara yang berhembus, mengingatkan aku pada ketulusan cintamu.

Satu Tanggapan

  1. gmn mas kabrnya?
    untung nuam….
    asal tdk Naum aja

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.