<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SEIVALLY NUAM</title>
	<atom:link href="http://seivally.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://seivally.wordpress.com</link>
	<description>Catatan Langkah Kembara Hikmah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Nov 2011 08:28:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='seivally.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>SEIVALLY NUAM</title>
		<link>http://seivally.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://seivally.wordpress.com/osd.xml" title="SEIVALLY NUAM" />
	<atom:link rel='hub' href='http://seivally.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jangan Sia-siakan Waktu Subuh Mu</title>
		<link>http://seivally.wordpress.com/2010/10/13/jangan-sia-siakan-waktu-subuh-mu/</link>
		<comments>http://seivally.wordpress.com/2010/10/13/jangan-sia-siakan-waktu-subuh-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 02:34:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Embun Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seivally.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana tempat, dimensi waktu pun bisa menjadi sarana yang efektif dalam menghantarkan seorang hamba meraih keutamaan di sisi Allah. Bukankah shalat-yang menjadi wahana paling khusyuk dalam beraudiensi dengan-Nya-ditandai dengan waktu? Dalam Kitab-Nya, Allah juga sering menggugah kita dengan ungkapan waktu, termasuk waktu subuh. &#8220;Demi fajar/subuh,&#8221; firman-Nya dalam surah Al-Fajr. Ayat ini mengetuk kita dengan penggunaan &#8230; <a href="http://seivally.wordpress.com/2010/10/13/jangan-sia-siakan-waktu-subuh-mu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seivally.wordpress.com&amp;blog=966552&amp;post=213&amp;subd=seivally&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><a href="http://seivally.files.wordpress.com/2010/10/panorama-cileungsi.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-217" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://seivally.files.wordpress.com/2010/10/panorama-cileungsi.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p class="MsoNormal">Sebagaimana tempat, dimensi waktu pun bisa menjadi sarana yang efektif dalam menghantarkan seorang hamba meraih keutamaan di sisi Allah. Bukankah shalat-yang menjadi wahana paling khusyuk dalam beraudiensi dengan-Nya-ditandai dengan waktu? Dalam Kitab-Nya, Allah juga sering menggugah kita dengan ungkapan waktu, termasuk waktu subuh.</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;Demi fajar/subuh,&#8221; firman-Nya dalam surah Al-Fajr. Ayat ini mengetuk kita dengan penggunaan wau qasam (sumpah). Ini menunjukkan betapa urgennya waktu subuh, yaitu saat udara masih segar, sejuk, dan pikiran masih jernih. Alam yang tadinya mengantuk, perlahan-lahan bangun dan kembali membentangkan karunianya. Di sinilah pentingnya arti bangun pagi; ia bukan hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan, melainkan juga bisa bermakna finansial dan spiritual.</p>
<p class="MsoNormal">Konon, Indonesia termasuk lima negara yang paling besar tingkat polusinya di dunia, hingga udara yang cerah dan segar menjadi sulit didapat. Apalagi di banyak wilayah kota besar, seperti Jakarta, yang setiap sudutnya nyaris penuh dengan asap kendaraan bermotor. Karena itu, bagi kita yang ingin menghirup udara segar, bangun pagi bisa menjadi alternatif.</p>
<p class="MsoNormal">Bangun pagi juga mempunyai nilai ekonomis. Karena orang yang bangun lebih awal akan punya waktu lebih banyak untuk menangani berbagai urusan dan bisnisnya. Lebih-lebih ketika budaya kompetitif sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, maka mengejar dan mencari peluang bisnis adalah suatu tuntutan.</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;Hilangnya berbagai macam peluang mengakibatkan terjadinya kehancuran, karena memang itulah dunia,&#8221; tulis Maulana Wahiduddin Khan, pemikir dari India. Sedangkan Umar bin Abdul Aziz berujar, &#8220;Malam dan siang bekerja untukmu, maka bekerjalah kamu pada keduanya.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal">Bangun pagi juga tidak hanya menawarkan pulsa yang murah bagi orang yang ingin berbicara via telepon, misalnya. Namun, banyak informasi bisnis penting pun sering dilansir sejak pagi. Lebih-lebih bagi yang bergerak di bidang jasa transportasi, waktu pagi sungguh memberikan banyak berkah.</p>
<p class="MsoNormal">Bagi mereka yang masih tergeletak di peraduannya, mana mungkin bisa meraih karunia itu. Maka, benarlah kalau Nabi mengatakan bahwa tidur di pagi hari mewariskan kemiskinan.</p>
<p class="MsoNormal">Sedangkan dari sisi spiritual, dalam banyak hadis, Nabi acap kali memberitakan tentang fadilah shalat Subuh secara berjamaah, juga bershalawat untuknya di kala pagi dan petang.</p>
<p class="MsoNormal">Guna mempertajam kepekaan spiritual kita, Nabi juga mewariskan wirid-wirid khusus yang dibaca setiap subuh, misalnya: &#8220;Kami telah memasuki subuh dan kerajaan kepunyaan Allah pun telah memasukinya. Ya Allah, aku memohon kebaikan hari ini, keterbukaan (pintu rahmat), pertolongan, keberkahan, dan hidayah hari ini. Aku berlindung kepada Engkau dari keburukan hari ini, keburukan hari sebelum dan sesudah hari ini.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal">Sedemikian besarnya makna bangun pagi, hingga salah satu kebiasaan Nabi adalah tidur lebih awal. Tidakkah kita ingin mencontohnya? REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA</p>
<p class="MsoNormal">Red: Budi Raharjo Rep: Oleh Makmun Nawawi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seivally.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seivally.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seivally.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seivally.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/seivally.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/seivally.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/seivally.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/seivally.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seivally.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seivally.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seivally.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seivally.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seivally.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seivally.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seivally.wordpress.com&amp;blog=966552&amp;post=213&amp;subd=seivally&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seivally.wordpress.com/2010/10/13/jangan-sia-siakan-waktu-subuh-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28dd081fc5c570a524fcc8302c1bbbff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Seva</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://seivally.files.wordpress.com/2010/10/panorama-cileungsi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">OLYMPUS DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengobati Kecanduan Pornografi</title>
		<link>http://seivally.wordpress.com/2010/09/23/mengobati-kecanduan-pornografi/</link>
		<comments>http://seivally.wordpress.com/2010/09/23/mengobati-kecanduan-pornografi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 03:08:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seivally.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Selain dipandang sebagai kelemahan moral, kecanduan pornografi juga merupakan penyakit otak yang paling sulit untuk diobati. Ada beberapa yang bisa dilakukan untuk mengobati kecanduan pornografi. Kecanduan pornografi adalah kecanduan yang paling sulit untuk diobati, karena kecanduan ini menyerang &#8216;jantung&#8217; kemanusiaan. Hal ini karena seksualitas merupakan pendorong utama dari kepentingan manusia. Layaknya kecanduan bahan kimia, pecandu &#8230; <a href="http://seivally.wordpress.com/2010/09/23/mengobati-kecanduan-pornografi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seivally.wordpress.com&amp;blog=966552&amp;post=210&amp;subd=seivally&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selain dipandang sebagai kelemahan moral, kecanduan pornografi juga merupakan penyakit otak yang paling sulit untuk diobati. Ada beberapa yang bisa dilakukan untuk mengobati kecanduan pornografi.</p>
<p>Kecanduan pornografi adalah kecanduan yang paling sulit untuk diobati, karena kecanduan ini menyerang &#8216;jantung&#8217; kemanusiaan. Hal ini karena seksualitas merupakan pendorong utama dari kepentingan manusia.  Layaknya kecanduan bahan kimia, pecandu pornografi cenderung menggantikan sesuatu hal yang penting dengan seks atau bentuk lain dari pornografi. Orang yang kecanduan pornografi biasanya menggunakan media seperti majalah, video porno atau yang paling sering adalah internet.  Kecanduan pornografi sama saja dengan kecanduan bahan kimia yang dikategorikan sebagai penyakit otak.</p>
<p>Selain itu, otak manusia ternyata bisa tidak berfungsi jika terlalu sering melihat sesuatu yang berbau porno.  Dilansir dari Sexualrecovery, Kamis (23/9/2010), berikut beberapa gejala orang mengalami kecanduan pornografi:</p>
<p>Ketidakmampuan untuk menghentikan perilaku kecanduannya, walaupun pernah mencoba sebelumnya</p>
<p>Merasa tersinggung atau marah bila kegiatannya dihentikan</p>
<p>Menyembunyikan atau berusaha untuk menjaga rahasia dari semua kegiatan pornografi yang dilakukannya</p>
<p>Tetap melanjutkan kegiatan pornografi meski sudah kehilangan hal berharga dalam hidupnya, seperti hubungan asrama atau kehilangan pekerjaan Lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang berbau pornografi ketimbang hal lain yang lebih penting</p>
<p>Untuk dapat menghentikan kecanduan pornografi dibutuhkan kejujuran dan kesadaran. Pecandu pornografi harus mampu jujur mengakui bahwa ia kecanduan dan ingin menghentikan kebiasaannya tersebut.  Tidak seperti kecanduan alkohol atau narkoba, kecanduan pornografi lebih sulit untuk mendapatkan bantuan.  Tapi jika benar-benar ingin berhenti, berikut ada beberapa cara yang bisa dilakukan:</p>
<p>Blokir perangkat lunak dalam komputer yang berhubungan dengan pornografi</p>
<p>Pasang gambar atau foto orang-orang yang menginspirasi di sekitar komputer atau kamar tidur, seperti foto anak atau orang-orang yang Anda cintai.</p>
<p>Pindahkan komputer ke ruangan umum di rumah selain kamar tidur, seperti ruang keluarga.</p>
<p>Ketahui tanda-tanda kecanduan pornografi, baik tanda umum ataupun khusus Ketahui tahap kecanduan pornografi</p>
<p>Memiliki rencana dan komitmen pencegahan kecanduan Buatlah sebuah komitmen yang harus Anda jalani bila melanggar komitmen yang sudah dibuat.</p>
<p>Merr Wahyuningsih &#8211; detikHealth</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seivally.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seivally.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seivally.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seivally.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/seivally.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/seivally.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/seivally.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/seivally.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seivally.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seivally.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seivally.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seivally.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seivally.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seivally.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seivally.wordpress.com&amp;blog=966552&amp;post=210&amp;subd=seivally&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seivally.wordpress.com/2010/09/23/mengobati-kecanduan-pornografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28dd081fc5c570a524fcc8302c1bbbff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Seva</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aktor Pagi Ini&#8230;</title>
		<link>http://seivally.wordpress.com/2010/09/17/aktor-pagi-ini/</link>
		<comments>http://seivally.wordpress.com/2010/09/17/aktor-pagi-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2010 07:43:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Diary-ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seivally.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Di depan, aku hendak berbelok menyeberang menuju gang tempat penitipan motor. Lajur kanan, kendaraan berjubel. Aku yang berhenti di tengah badan jalan, menunggu momentum tepat untuk menyeberang. Dari arah berlawanan, kendaraan angkut tiga perempat (TIGER) berhenti sekenanya, menaikkan penumpang seenaknya. Posisinya sangat tanggung persis di tepi mulut gang yang hendak aku tuju. Aku berfikir sejenak, &#8230; <a href="http://seivally.wordpress.com/2010/09/17/aktor-pagi-ini/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seivally.wordpress.com&amp;blog=966552&amp;post=207&amp;subd=seivally&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di depan, aku hendak berbelok menyeberang menuju gang tempat penitipan motor. Lajur kanan, kendaraan berjubel. Aku yang berhenti di tengah badan jalan, menunggu momentum tepat untuk menyeberang.</p>
<p>Dari arah berlawanan, kendaraan angkut tiga perempat (TIGER) berhenti sekenanya, menaikkan penumpang seenaknya. Posisinya sangat tanggung persis di tepi mulut gang yang hendak aku tuju. Aku berfikir sejenak, lalu mengambil keputusan tiba-tiba. Aku punya sedikit peluang untuk memotong jalan. Aku harus segera memanfaatkan celah tersebut, keburu kendaraan dibelakang mulai merangsek.</p>
<p>Dengan sepenggal firasat tidak enak, secepat kilat aku belokkan setir motor ke kanan, ku putar gas seperempat lingkaran. Gruuung&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; dan BRAAAK!!!!.</p>
<p>Tiba-tiba angkot merah marun melaju kencang dari balik badan tiger dan menampar ban depan kharismaku. DEG! jantungku los, darah berhenti mengalir.</p>
<p>Supir angkot memutar sadis kepalanya 45 derajat kearahku. Matanya nanar, bengis menatap wajahku yang pasi. Dari balik kaca helmku terlihat, mulut supir itu meramal gerutu. Segera kuangkat tangan kiriku membuka jemari pertanda maaf. Di sekitar, semua mata tertuju ke kami, aktor pagi ini. Mengiang di telinga suara provokasi &#8220;Tabrak saja&#8221;. Aku acuh dan mencoba untuk tenang di tengah badai jantungku.</p>
<p>Perlahan angkot mulai melaju. Aku sendiri meneruskan masuk gang.Ucok si penjaga penitipan motor berdiri menungguku. Dia juga melihat kejadian tersebut. Dengan tersenyum dia menyambutku, &#8220;Nggak apa-apa mas?&#8221; Aku jawab dengan anggukan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seivally.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seivally.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seivally.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seivally.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/seivally.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/seivally.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/seivally.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/seivally.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seivally.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seivally.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seivally.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seivally.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seivally.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seivally.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seivally.wordpress.com&amp;blog=966552&amp;post=207&amp;subd=seivally&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seivally.wordpress.com/2010/09/17/aktor-pagi-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28dd081fc5c570a524fcc8302c1bbbff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Seva</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAAT MAYRA HADIR</title>
		<link>http://seivally.wordpress.com/2009/12/27/saat-mayra-hadir/</link>
		<comments>http://seivally.wordpress.com/2009/12/27/saat-mayra-hadir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 06:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Diary-ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seivally.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Sejak May masih dikandungan, Abi sama Umi selalu ngasih sugesti. Sambil ngusap-usap perut umi yang membuncit seperti balon, Umi berkata lirih, “De, nanti keluarnya pas Abi di rumah ya”. Dan begini “De, nanti keluarnya yang gampang ya,,”. Juga begini, “Dede jadi anak yang shalehah ya, patuh sama Abi &#38; Umi, taat dan taqwa sama Allah &#8230; <a href="http://seivally.wordpress.com/2009/12/27/saat-mayra-hadir/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seivally.wordpress.com&amp;blog=966552&amp;post=204&amp;subd=seivally&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak May masih dikandungan, Abi sama Umi selalu ngasih sugesti. Sambil ngusap-usap perut umi yang membuncit seperti balon, Umi berkata lirih, “De, nanti keluarnya pas Abi di rumah ya”. Dan begini “De, nanti keluarnya yang gampang ya,,”. Juga begini, “Dede jadi anak yang shalehah ya, patuh sama Abi &amp; Umi, taat dan taqwa sama Allah Swt, dan Cinta sama Orangtua, Allah &amp; Rasulullah.</p>
<p>Dan tulisan ini sengaja Abi dan Umi buat untuk mengisahkan awal perjalan May datang ke dunia ini. Suatu saat nanti Mayra akan baca tulisan ini yang akan menjadi bagian dari sejarah May.</p>
<p><strong>Soto Ayam Ceker Mas Cahyo</strong></p>
<p>Matahari mulai menggeliat seperti ingin mengabarkan sesuatu. Cahaya paginya lembut mengusap wajah Umi yang cantik merona. Hari ini adalah hari Jum’at, tanggal 18 Desember 2009. Tanggal merah Abi libur kerja, karena bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1431 H. Umi bilang ke Abi, ingin makan Soto Ceker Ayam. Abi jawab dengan semangat, Oke Mi, sekalian kita jalan-jalan.</p>
<p>Sebelum Umi mengandung May, Abi dan Umi pelanggan setia Soto Ceker Ayam Mas Cahyo yang terletak di Perumahan Mutiara Gading. Setiap hari Minggu atau Sabtu, Abi dan Umi pasti mampir ke warungnya. Tapi setelah Umi mengandung May, Umi dan Abi berhenti mampir, karena Umi ngerasa mual kalau nyium bau ayam. Jangankan ayam, bau nasi aja umi bisa langsung mual dan muntah. Padahal sebelumnya Umi penggemar berat ceker ayam lho May, tapi yang namanya bawaan hamil, semuanya bisa berubah.<span id="more-204"></span></p>
<p>Waktu menunjukkan pukul sekitar tujuh pagi. Abi dan Umi menuju Perumahan Mutiara Gading. Sebelum sampai di warung soto, seperti biasa umi jalan kaki sementara Abi mengiringinya dengan sepeda motor, supaya melahirkan nanti jadi mudah.</p>
<p>Tidak seperti biasa, Umi sering ngerasa mulas yang Umi anggap seperti ingin buang air besar. Umi masih menahan. Sampai di warung soto, Abi dan Umi sedikit kecewa tidak mendapat tempat duduk karena penuh pembeli. Terpaksa Abi dan Umi mengulur makannya dengan jalan-jalan terlebih dahulu. Dan benar, beberapa menit kemudian, setelah Abi dan Umi muter-muter Mutiara Gading lalu kembali lagi ke warung soto tadi, Abi dan Umi dapat tempat duduk. Ah lega, akhirnya Abi dan Umi bisa makan Soto Ayam Ceker Mas Cahyo juga.</p>
<p>Abi dan Umi menikmati hidangan Soto, terutama Abi, tidak tahu kenapa, Abi makan ceker ayam sangat lahap. Mulas Umi makin jadi, tapi Umi tetap bertahan sampai soto yang di mangkuk habis tak tersisa kecuali tulang. Abi dan Umi pun balik ke rumah, tapi selama berjalanan di atas sepeda motor, Umi ngerasa khawatir, karena mulas yang dirasakan terus menerus bahkan cenderung bertambah. Abi dan Umi pun mampir ke bidan langganan, yaitu “Bidan Umi”. Maksudnya bukan Uminya Mayra, tapi memang bidannya bernama Umi, lengkapnya Umi Rachmawati.</p>
<p>Umi langsung diperiksa sama bidan, tapi bukan “bidan Umi”. Kata bidan yang jaga, Umi sudah pembukaan tiga. Abi dan Umi disuruh pulang untuk ambil pakaian dan perlengkapan. Sesampai di rumah, Umi kasih tau Nenek. Kata Nenek, ya sudah, siap-siap ke bidan lagi. Umi ngepel rumah Nenek dulu, agar melahirkannya mudah seperti apa yang dianjurkan para orang tua. Nenek dan Mbah De heboh, tapi Abi dan Umi sih santai aja. Bahkan Abi sempet motongin kukunya Umi supaya saat lahiran nanti, cakaran Umi tidak terlalu sakit. Hah dicakar Bi? Iya May, nanti Abi di kruwek-kruwek dan digigit-gigit sama Umi.</p>
<p>“Maaf ya Abi, kita enggak jadi nonton”. Sesal Umi. “Nggak apa-apa Mi, kan kita akan kedatangan Sang Pemimpi kita”. Jawab Abi menghibur.</p>
<p>Sebetulnya May, malam sebelumnya Umi ngajakin nonton Film Sang Pemimpi sambil jalan-jalan di   Bekasi Square. Sang Pemimpi adalah sekuel dari Film Laskar Pelangi yang diangkat dari novel favorit Abi, yang ditulis oleh Andrea Hirata. Rencananya nonton jam 2 siang nanti, tapi ternyata pagi ini, may sudah nggak tahan mau keluar.</p>
<p>Jam 10, Abi, Umi, Nenek, mbah De, Om Pras, dan Wa Apin ke klinik Bidan Umi. Abi pesan kamar kelas VIP. Umi berbaring. Mulasnya Umi makin bertambah. Abi pegang tangan Umi, Umi menekan dengan kukunya ke tangan Abi kuat-kuat. Abi menahan sakit. Tapi Abi yakin, sakit yang dirasakan Umi 10 kali lipat dari Abi. Nenek mengelus-elus perut Umi yang menonjol. Sedangkan Mbah De, menenangkan Umi lewat kata-katanya seperti ini, “Tahan ya nak, semua perempuan mengalami ini semua, nggak apa-apa kok”. Sementara Umipun tetap tenang sambil mendengarkan murotal surat An-Nissa. Karena menurut artikel yang pernah Umi baca, mendengarkan musik klasik atau murotal bisa mempercepat pembukaan.</p>
<p>Om Pras dan Wa Apin sibuk dengan tingkahnya sendiri. Memainkan kamera digital untuk mengambil gambar.</p>
<p><strong>Ruang Besalin</strong></p>
<p>Sepertinya kontraksi Umi makin kencang. Nenek memanggil suster. Tak lama suster datang dan langsung memeriksa. “Sudah pembukaan enam” kata suster. “Ayo bawa ke Ruang bersalin. Alhamdulillah, cepat sekali pembukaannya.</p>
<p>Abi, Nenek, dan Mbah De, memapah Umi menuju ruang bersalin yang jarak dari kamar perawatan VIP ini sekitar 30 m. Baru saja Umi berbaring di tempat bersalin, Umi ingin pipis. Kata Nenek pipis di sini aja, nggak apa-apa. Tapi Umi tetap ngerasa risih pipis di ranjang hitam ini. Akhirnya dengan susah payah, Umi dengan dibantu Nenek dan Mbah De, menuju kamar kecil. Air seni tidak keluar, ya sudah ternyata memang bukan ingin pipis, tapi air ketuban yang mau pecah, itulah pendapat Nenek. Umi kembali ke ranjang lagi. Abi mulai panik, benar-benar panik, saat melihat darah keluar dari rembesan kain belakang pangkal paha Umi. Abi lari memanggil bidan yang masih terlihat santai dan wajar.</p>
<p>“Bu, bu, udah keluar darah bu, tolong cepetan”. Teriak Abi cemas.</p>
<p>Beberapa bidan bergegas masuk ruang bersalin. Empat bidan tersebut menempati posisinya sesuai tugas masing-masing. Abi disebelah kiri umi, Nenek dan Mbah De, ada di sebelah kanan. Abi terus membisiki Umi tentang anak kita nanti. Dorong dengan kekuatan pikiran agar bayinya perlahan-lahan keluar.</p>
<p>Bidan memberikan arahan sama Umi. Bu, bayinya sudah mau keluar. Tunggu, biar bayinya ngajakin ngejan ya. Satu bidan lagi memberikan suntikan ke paha Umi.</p>
<p>Kuku-kuku umi terus mencengkeram tangan Abi. Sementara Abi menahan sakit, Abi masih merasa bersyukur karena sempat kuku-kuku Umi dipotong tadi. Entah apa rasanya jika kuku-kuku Umi tidak dipotong.</p>
<p>“Boleh ngejan bu?”. Tanya Umi ke bidan. “Boleh bu, ayo ngejan”. Jawab salah satu bidan sambil memegang gunting. “Jangan bersuara ya, satu tarikan nafas saja”.</p>
<p>“Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee……………………………….!!!!!!!” Umi mengejan panjang lalu lepas terengah-engah. Abi terus memberi motivasi.</p>
<p>“Kepalanya udah kelihatan bu.” Kata bidan memberi tahu. Abi lihat memang di bawah perut Umi ada sesuatu berwarna hitam menyembul diantara sela-sela selangkangan Umi. “Iya Mi, kepalanya udah keluar sedikit.” Bisik Abi senang. “Ayo Mi, ngejan lagi”.</p>
<p>“Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…”.</p>
<p>“Terus bu, satu tarikan nafas saja.”</p>
<p>“Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…..”</p>
<p>Abi lihat kepala May semakin keliahatan, terus bergerak keluar, dan……………. Eaaaa Eaaaaaaa Eaaaaaaa. Akhirnya May menuju ke dunia. Tepat jam 11.30 Mayra lahir. Waah, Abi sungguh sangat senang. Umi tersenyum lega. Mbah De tak bisa sembunyikan kegembiraannya. Sementara Nenek sampai menangis terharu.</p>
<p>Karena sebelum persalinan, Abi minta ke bidan untuk bisa IMD (Inisiasi Menyusui Dini), May yang masih basah langsung diletakkan di atas dada Umi. Setelah IMD, Mayra dibersihkan lalu Abi mengadzani Mayra di kuping kanan dan iqamah di kuping kiri.</p>
<p>Abi bersyukur karena Mayra lahirnya sangat mudah dan pas Abi di rumah. Mungkin pengaruh sugesti sebelumnya yang selalu Abi dan Umi berikan. “Keluarnya yang gampang ya de”. “Keluarnya pas Abi di rumah aja ya”. Terlepas dari itu semua, Abi dan Umi bersyukur hanya kepada Allah SWT, karena semua yang terjadi atas kehendak-Nya. Kata Umi, “Iya, ngeluarinnya sih nggak sakit, hanya dua kali ngejan langsung brojol, tapi dijahitnya itu lho, sakiiiiiiiiiiiiiiiiiit banget.” Kasihan Umi yah May, perjuangannya begitu besar. Makanya Mayra harus sayang sama Umi yah, kalau dibilangin jangan bandel.</p>
<p>Waktu Umi dijahit, tangan Abi digigit Umi, buat nahan rasa sakit. Nah, Abi juga ngerasain sakit meski cuma digigit. Mayra juga harus sayang sama Abi ya&#8230;</p>
<p>Data kelahiran Mayra yang tercatat disurat kelahiran Bidan Umi, lahir pukul 11.30 Wib. Berat 3.5 kg, sedangkan panjang 49 cm.</p>
<p>Itulah proses kelahiran Mayra ke dunia. Abi dan Umi merasa bahagiaaaaa sekali menyambut Mayra, juga Nenek, Mbah De, serta Kakek dan keluarga semua. Banyak saudara yang datang menjenguk memberi selamat.</p>
<p>Bekasi, 25 Desember 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seivally.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seivally.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seivally.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seivally.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/seivally.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/seivally.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/seivally.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/seivally.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seivally.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seivally.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seivally.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seivally.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seivally.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seivally.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seivally.wordpress.com&amp;blog=966552&amp;post=204&amp;subd=seivally&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seivally.wordpress.com/2009/12/27/saat-mayra-hadir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28dd081fc5c570a524fcc8302c1bbbff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Seva</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JANGAN MENOLAK RIZKI KECIL</title>
		<link>http://seivally.wordpress.com/2009/12/02/jangan-menolak-rizki-kecil/</link>
		<comments>http://seivally.wordpress.com/2009/12/02/jangan-menolak-rizki-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 09:49:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Diary-ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seivally.wordpress.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[Rizki jangan ditolak, meski cuma sedikit. Pepatah itu telah menguak kesadaran saya yang sedang membangun sebuah usaha mandiri, di bidang Digital Sablon &#38; Merchandise. Betapa tidak, saya sudah menolak sebuah orderan dua kali. Pembuatan pin dan gantungan kunci. Orderan pertama datang dari kantor saya sendiri. Pembuatan Pin 72 mm sebanyak 30 buah. Saya menolak karena &#8230; <a href="http://seivally.wordpress.com/2009/12/02/jangan-menolak-rizki-kecil/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seivally.wordpress.com&amp;blog=966552&amp;post=186&amp;subd=seivally&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rizki jangan ditolak, meski cuma sedikit. Pepatah itu telah menguak kesadaran saya yang sedang membangun sebuah usaha mandiri, di bidang Digital Sablon &amp; Merchandise.  Betapa tidak, saya sudah menolak sebuah orderan dua kali. Pembuatan pin dan gantungan kunci.</p>
<p>Orderan pertama datang dari kantor saya sendiri. Pembuatan Pin 72 mm sebanyak 30 buah. Saya menolak karena harga yang diminta sangat murah jauh di bawah harga yang sudah menjadi price list saya. Perbandingan harga tersebut terlampau jauh, sehingga saya memutuskan untuk tidak mengambilnya. Padahal jika dikalkulasikan, saya masih untung meski hanya sedikit, sekitar Rp. 500,- / pcs. Jika dikalikan maka keuntungan saya hanya sebesar Rp. 15.000,-.</p>
<p>Ternyata penolakan atas rizki yang kecil berbuntut pada rizki berikutnya yang akan segera datang.</p>
<p>Suatu sore, teman saya menelpon. Karena saya sedang mengendarai motor ditambah jalanan macet, saya urung mengangkatnya. Setelah telepon ketiga kalinya, saya menepi untuk mengangkatnya –biasanya jika ada telepon sampai ketiga kali atau lebih , saya asumsikan ada sesuatu yang sangat penting–. Teman saya yang diseberang telepon, menanyakan harga gantungan kunci jika order sekitar 150 pcs. Saya jawab, nanti saja kalau sudah sampai rumah, saya kasih tahu harganya, karena saya belum hafal satu per satu.</p>
<p>Saya sms harganya sesaat setelah sampai di rumah. Di sms balasannya dia minta dikurangi Rp. 500,- / pcs. Saya akan jawab OK, tapi saya urung karena keburu mau antar Istri periksa kandungan yang sudah menginjak minggu ke-37, ke Bidan dekat rumah.</p>
<p>Baru setelah pulang, sekitar jam 9 malam, saya sms ‘itu sudah murah bos, saya jamin deh, hehehe,,,’. Sebenarnya dengan harga yang ditawar, saya sudah mendapatkan untuk lebih dari 100%. Sms tersebut hanya pancingan, supaya ada posisi tawar menawar yang seimbang, berharap kalau-kalau harga yang semula bisa masuk. Kan lumayan, untungnya tambah gede, pikirku.</p>
<p>Dia tidak membalas. Saya anggap biasa saja, mungkin dia sudah tidur. Pagi harinya dia telepon saya, tapi tidak saya angkat, karena saya sedang mencuci motor. Saya harap dia telepon ke saya lagi, tapi tidak dia lakukan.</p>
<p>Seperti biasa, pagi-pagi saya berangkat ke kantor. Setelah sampai di kantor, saya telepon dia, menanyakan deal harganya. Dia bilang tidak jadi order, sudah order ke yang lain yang bisa dengan harga segitu. Kemarin saya telepon kamu susah banget, katanya.</p>
<p>Membatin, belum menjadi rizki saya. Ya sudahlah,,, ini pelajaran yang sangat berharga buat saya yang sedang belajar meniti usaha.</p>
<p>Kini saya semakin meyakini kebenaran pepatah tersebut. Ya ya ya,, Jangan Menolak Rizki Kecil.</p>
<p>Jakarta, 2 Des 09</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seivally.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seivally.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seivally.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seivally.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/seivally.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/seivally.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/seivally.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/seivally.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seivally.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seivally.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seivally.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seivally.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seivally.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seivally.wordpress.com/186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seivally.wordpress.com&amp;blog=966552&amp;post=186&amp;subd=seivally&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seivally.wordpress.com/2009/12/02/jangan-menolak-rizki-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28dd081fc5c570a524fcc8302c1bbbff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Seva</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
