Posted on Maret 12, 2009 by seva
Dan aku pulang
Disuatu malam yang biasa
Ketika bulan sibakkan kelam
Hadirkan langit yang rupawan
Aku tertegun
Merindukanmu
Pada renyah senyummu
*untukmu dikerudung rindu yang menantiku
Ku kirim lewat sms, dia membalas,,
Menanti suami tercinta… muach
11 maret 2009
DIarsipkan di bawah: Sajak-sajak | Leave a Comment »
Posted on November 12, 2008 by seva
Aku hendak telanjang bersetubuh
Mengandung benihmu
Melahirkan teriakan malam tak bersuara
Melahirkan Jeritan jalan si anak sial
Melahirkan Nyanyian beku si pengamen miskin
Melahirkan rintihan pengemis tua dan kaisan pencari sampah
Aku tambah resah dikubang waktu menjarah
Rumah merah tertawakanku semakin gelisah
Malamku lemah pulang dan menyerah
Aku hendak meminang
Menimangmu, menjamumu, melayanimu
Dengan tanganku, mataku, pikiranku, keringatku, segenap jiwa ragaku
Tunjuk!, mana jalan kapan waktu
Aku [...]
DIarsipkan di bawah: Sajak-sajak | Leave a Comment »
Posted on April 21, 2008 by seva
Perlahan kubuka pancaran sinar harapan
Dentuman jantung berpacu menggairahkan
Temukan alunan nada bersimfoni siulan alam
Mencari jiwa menenggelamkan raga
Disini tak sengaja kudengar ia bersumpah
Aku ingin hidup sampai bumi ini terpecah belah
Akan ku sirami tanah ini dengan air mata
Menanam apa saja yang bisa aku tanam
Hanya inilah yang bisa aku lakukan
Namun inilah makna kehidupan
DIarsipkan di bawah: Sajak-sajak | Leave a Comment »
Posted on Maret 11, 2008 by seva
Aku hanya meminta sekeping emas
Tapi Engkau memberiku segunung Permata
Permata yang lebih berharga dari langit, bumi dan segala isinya
Dialah Permata Dunia…
Sungguh Engkau Maha Pengabul doa…
Tak pernah kurasakan sebelumnya
Senyum yang mampu luruhkan letihku
Senyum yang mampu menyeka peluhku
Tapi kini, aku bisa merasakannya
Senyum itu ada pada dirinya
DIarsipkan di bawah: Sajak-sajak | Leave a Comment »
Posted on Januari 29, 2008 by seva
Seperti angin yang berhembus
Menghembuskan nafas kehidupan
Menghembuskan nafas cinta
Menebarkan aroma kesejukan
Bukanlah sanjungan
Bukan pula perwujudan
Tapi tekad mengukuhkan
Sebisa yang ia mampu
Untuk memberikan kemanfaatan
Aku ingin seperti angin
Menjelajah bumi dengan tulus murni
Mencari arti hidup
Memberi makna cinta
DIarsipkan di bawah: Sajak-sajak | 2 Komentar »
Posted on Januari 24, 2008 by seva
Zam…
Malam ini aku ditampar lagi
Gagap terbangun dari mimpi
Hampir saja aku terbang
Tapi ia jegal kakiku hingga tersungkur ke bumi
Zam…
Sepertinya waktu begitu lambat mengayun
Detak detiknya mengalun melodis melankolis
Tak mau tertinggal dan tak mau mendahului
Kapan bisa aku lalui?
DIarsipkan di bawah: Sajak-sajak | Leave a Comment »
Posted on Januari 21, 2008 by seva
Mereka telah memilih-Nya
Menghamba seluruh jiwa raga
Diantara bunga-bunga dunia
Diantara kekasih fanamaya
Mereka telah berjanji setia
Berdiri tegap di garis pertama
Menanti tuk segera berjumpa
Melewati jalan yang mulia
Jiwa-jiwa mereka di angkasa
Melayang-layang di udara
Menghirup segarnya iman
Menikmati setiap nyanyian
Siapakah yang cemburu?
Engkaukah itu?
Para pecinta sejati
Siapakah yang meniru?
Engkaukah itu?
Para pecinta sejati
seva_jak210108
DIarsipkan di bawah: Sajak-sajak | Leave a Comment »
Posted on Januari 2, 2008 by seva
*Ini mungkin karyaku yang pertama (tampil apa adanya, tanpa revisi). Setelah saya timbang-timbang, lucu juga kalo di posting. Eit, jangan diketawain yach, namanya juga baru belajar*
SAYANGNYA AKU BODOH!
Apakah kamu mendengar ombak di pantai selatan sedang bergejolak?
Apakah kamu melihat segala kupu-kupu sedang bermigrasi ke Namibia?
Apakah kamu mendengar suara bising kendaraan sesungguhnya merdu bak nyanyian rindu?
Apakah kamu [...]
DIarsipkan di bawah: Sajak-sajak | 1 Komentar »