Aku hendak telanjang bersetubuh
Aku hendak telanjang bersetubuh
Mengandung benihmu
Melahirkan teriakan malam tak bersuara
Melahirkan Jeritan jalan si anak sial
Melahirkan Nyanyian beku si pengamen miskin
Melahirkan rintihan pengemis tua dan kaisan pencari sampah
Aku tambah resah dikubang waktu menjarah
Rumah merah tertawakanku semakin gelisah
Malamku lemah pulang dan menyerah
Aku hendak meminang
Menimangmu, menjamumu, melayanimu
Dengan tanganku, mataku, pikiranku, keringatku, segenap jiwa ragaku
Tunjuk!, mana jalan kapan waktu
Aku hidup dalam nafasku
Melukisi takdirku
Menorehkan namaku dengan darah
Di langit itu sampai runtuh terbelah
Atau di bumi ini sampai pecah berbuncah-buncah
Mungkin juga di laut sana sampai muntah menjamah bagai raksasa air bah
Jalanan, 12 November 2008





