Zafda Roadshow (bag.2)
Tengkyu for waiting.
Kekacauan Saat tampil di PT. ENESIS
Kini tiba saatnya Zafda tampil di PT. ENESIS. Dari kedua sebelumnya, inilah yang paling seru, dan paling memberi kesan romantisme yang mengharu biru. Juga tempat yang paling jauh. Tepatnya di Kawasan Industri Pulogadung. Sebenarnya kalo jadi, tempat yang paling jauh adalah di BSD (Bumi Serpong Damai). Di sana diselenggarakan Festival Nasyid Nusantara dalam rangka memecahkan Telor Muri, eh Rekor Muri. Semua Nasyid se-Nusantara Raya diundang untuk menyumbang lagu. Nasyid dari Tanah Abang sampai Muara Angke, dari Tanah Sabang sampai Tanah Merauke, em.. ada ga yah Tim Nasyid dari Merauke?
Awalnya Zafda semangat membara full tank Tiger Honda. Sebagai salah satu konsekuensi dan kontribusi Dakwah. Laiknya ruh semangat pejuang 45 yang siap tempur di medan laga, ketika mendengar teriakan AllahuAkbar Mati Syahid atau hidup mulia. Tapi, akhirnya dengan penuh kesadaran, kelemahan, dan permintaan maaf, serta pertimbangan yang dalam, kami terpaksa harus membatalkannya. Alasannya waktu yang kami miliki begitu sempit, dan banyak pula agenda-agenda kami yang kebetulan berbarengan. Jadi, kami harus menggunakan skala prioritas. Semoga dengan ketidak hadiran Zafda, acara tetap berlangsung dengan meriah. Narsis abis.
Kita kembali ke PT. ENESIS.
Disamping mengundang Zafda, Enesis juga menyewa sound system kami. Satu paket (Nasyid + Sound Sys) yang disediakan Management Zafda Da’watainment. Sedikit berbicara mengenai Zafda Da’watainment, management ini didirikan dengan konsep penggabungan antara Dakwah/menyampaikan pesan dan Entertainment/hiburan. Ruang lingkupnya segala bentuk/jenis/macam hiburan yang sudah kami sisipi dakwah, atau Penyampaian pesan dengan cara yang menghibur. Tujuannya, disadari maupun tanpa di sadari audiens binti penonton binti pengunjung akan terwarnai atau dalam hal ini pesan yang kami sampaikan bisa masuk dan membekas pada cara pandang mereka (sasaran dakwah). Mudah-mudahan ini bisa menjadi bagian dari kontribusi kami dalam gerbong dakwah international.
Untuk sementara Management ini baru bisa menyediakan Tim Nasyid (tentunya Nasyid Zafda), Sound System, dan Insya Allah bisa menyediakan Teaternya juga (masih dalam konfirmasi, nggak janji ya).
Baik, kita kembali lagi ke jalan yang di ridhoi Allah SWT.
Setting tempat acara tepat di depan kantor PT. Enesis. Tidak teralalu lebar, hanya memanjang kesamping halaman. Tenda didirikan dipelataran tersebut. Alas karpet sudah digelar. Panggung berbentuk kotak yang sedikit meninggi, tepat berada ditengah-tengah halaman PT. Enesis, dan tepat pula didepan Lobby PT tersebut. Dibelakang panggung terdapat air mancur kecil. Meski tak disengaja penempatannya, View air mancur itu terkesan manis. Lampu-lampu sudah dipasang sedemikian rupa. Dan sound system dari Zafda pun mulai di set dengan disusul check sound-nya.
Alhamdulillah persiapan acara sudah matang dan lancar. Tinggal menunggu pesertanya dan mungkin menunggu kekacauan yang akan segera datang.
Saat-saat akan dimulainya acara, kekacauan yang tak sengaja ditunggu pun mulai tampak. Langit begitu hitam, pekat dan gelap. Awan tebal nan berat berlari tak karuan digiring angin yang dahsyat. Kilatan halilintar disusul gemuruh dan lecutan petir seakan tak henti-henti menampar gendang telinga. Seperti sedang mengingatkan akan keperkasaan Sang Maha Pencipta. Subhanallah… Akhirnya sekitar jam 16.50 wib, butiran-butiran air hujan tak terhitung jumlahnya turun deras menghujam bumi dengan kasar. Dan tak terelakkan membasahi tempat kami ini.
Kekacauan dimulai. Hujan benar-benar deras. Sangat keras. Sungguh tidak menghiraukan kami (para panitia, peserta, dan zafda sendiri) yang sedang dibuat susah dan kelabakan olehnya. Benar-benar kacau. Kami masih bisa merasakan dan membayangkan dengan jelas keadaan waktu itu.
Karpet yang menjadi alas, basah. Bahkan bisa basah semua kalau tidak langsung digulung. Karena butiran air hujan dengan bantuan dorongan angin bisa masuk kebawah tenda melalui sisi-sisinya. Dengan halaman yang sudah dipenuhi air, maka air tersebut pun lari ke bawah tenda. Dengan atap tenda yang sebagian terdapat bolong-bolong, air pun tak bisa dihindari, masuk.
Ya. Air benar-benar seperti barikade tentara (tak terhitung jumlahnya) dari antah berantah yang sedang menyerbu tempat musuh dan mengamuk sejadi-jadinya. Menyerang dan masuk melalui berbagai arah dan celah. Dan akhirnya air pun menguasainya. Kami kalah dan menyerah. Tempat itu penuh dengan yang namanya air.
Masalahnya bukan hanya di alas saja yang menjadi basah. Kami semua juga harus menyelamatkan sound system jangan sampai terkena air (karena bisa rusak). Ada yang menutupi Mixer dengan kain atau plastik seadanya, yang pada akhirnya air tembus juga meski sedikit. Dua Speaker besar-besar pun demikian kami harus menyelamatkan dari serangan tentara air. Lampu neon panjang yang sudah menyala dari tadi dikeroyok segerombolan air. Ada yang berteriak “Matikan sumber listriknya, nanti korslet!!!!”. Listrik pun mati. Tak ayal tempat itu menjadi gelap.
Hujan terus saja mengguyur. Air terus menyerbu tempat di adakannya acara tersebut. Kami yang kalang-kabut menyelamatkan perlengkapan pun basah kuyup. Sepatu-sepatu kami sudah tidak menjadi hal yang penting dibandingkan dengan perlengkapan sound system. Biarlah sepatu basah asal sound system selamat. Itu jargon kami pada waktu itu.
Waktu sudah menunjukkan jam 5 sore atau mungkin sudah lewat. Tandanya waktu benar-benar semakin sempit menuju ke maghrib atau ke buka puasa. Sekali lagi, suasana benar-benar kacau. Tempat acara yang tadinya tertata apik manis nan cantik, seketika berantakan tak menyisakan barang setitik. Hanya karena hujan.
Selang beberapa saat, Hujan mulai reda. Keganasannya lamat-lamat menghilang. Namun gambaran kekuatannya masih terlihat dari suasana yang porak-poranda akibat ulahnya.
Acara dialihkan ke dalam ruangan. Di lobby PT. Enesis yang letaknya tepat di depannya. Karena meski hujan sudah berhenti, tempat semula sudah tidak dimungkinkan lagi. Sound system segera dipindahkan dan sebagian karpet yang masih kering dibawa ke Lobby tersebut.
Ust. Reza M Syarif pun tiba. Bersama dua orang muridnya atau mungkin temannya. Alhamdulillah persiapan ala kadarnya sudah selesai. Ust. Reza dkk memasuki ruangan disambut oleh beberapa orang yang berada di dalam dan kebetulan dekat dengan pintu masuk, termasuk semua personil zafda.
Berbicara tentang Ust. Reza, ada kesan yang bisa kami ambil dari face and behavior beliau. Beliau mempunyai tinggi badan sekitar 174 cm dan berat badan sekitar 80 kg. Tatapan matanya tegas dan penuh percaya diri. Sorotan yang cerah, tajam tapi tidak terik. Langkah kakinya lekat menapak bumi, tidak ragu dan tidak malu. Senyumnya senantiasa mengembang mengukir wajahnya yang bulat.
Tidak lama kemudian acara dimulai. Rangkaian singkatnya antara lain; Pembukaan, pembacaan ayat suci al-Qur’an, sambutan dari PT. Enesis yang diwakili manager HRD, lalu Nasyid Zafda (melantunkan 2 atau 3 lagu saja karena waktu sangat terbatas), dan acara inti yaitu Ceramah dari Ustd. Reza M Syarief dengan Tema Ketika Cinta Mulai Memudar.
Bersambung….
Afwan. Terpaksa kami memotongnya lagi. Kiat-kiat Ust. Reza kami uraikan di bag. 3. Sukron.
Seva, Jak/7/11/07





