SAAT MAYRA HADIR

2009 Desember 27
oleh seva

Sejak May masih dikandungan, Abi sama Umi selalu ngasih sugesti. Sambil ngusap-usap perut umi yang membuncit seperti balon, Umi berkata lirih, “De, nanti keluarnya pas Abi di rumah ya”. Dan begini “De, nanti keluarnya yang gampang ya,,”. Juga begini, “Dede jadi anak yang shalehah ya, patuh sama Abi & Umi, taat dan taqwa sama Allah Swt, dan Cinta sama Orangtua, Allah & Rasulullah.

Dan tulisan ini sengaja Abi dan Umi buat untuk mengisahkan awal perjalan May datang ke dunia ini. Suatu saat nanti Mayra akan baca tulisan ini yang akan menjadi bagian dari sejarah May.

Soto Ayam Ceker Mas Cahyo

Matahari mulai menggeliat seperti ingin mengabarkan sesuatu. Cahaya paginya lembut mengusap wajah Umi yang cantik merona. Hari ini adalah hari Jum’at, tanggal 18 Desember 2009. Tanggal merah Abi libur kerja, karena bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1431 H. Umi bilang ke Abi, ingin makan Soto Ceker Ayam. Abi jawab dengan semangat, Oke Mi, sekalian kita jalan-jalan.

Sebelum Umi mengandung May, Abi dan Umi pelanggan setia Soto Ceker Ayam Mas Cahyo yang terletak di Perumahan Mutiara Gading. Setiap hari Minggu atau Sabtu, Abi dan Umi pasti mampir ke warungnya. Tapi setelah Umi mengandung May, Umi dan Abi berhenti mampir, karena Umi ngerasa mual kalau nyium bau ayam. Jangankan ayam, bau nasi aja umi bisa langsung mual dan muntah. Padahal sebelumnya Umi penggemar berat ceker ayam lho May, tapi yang namanya bawaan hamil, semuanya bisa berubah. read more…

JANGAN MENOLAK RIZKI KECIL

2009 Desember 2
oleh seva

Rizki jangan ditolak, meski cuma sedikit. Pepatah itu telah menguak kesadaran saya yang sedang membangun sebuah usaha mandiri, di bidang Digital Sablon & Merchandise. Betapa tidak, saya sudah menolak sebuah orderan dua kali. Pembuatan pin dan gantungan kunci.

Orderan pertama datang dari kantor saya sendiri. Pembuatan Pin 72 mm sebanyak 30 buah. Saya menolak karena harga yang diminta sangat murah jauh di bawah harga yang sudah menjadi price list saya. Perbandingan harga tersebut terlampau jauh, sehingga saya memutuskan untuk tidak mengambilnya. Padahal jika dikalkulasikan, saya masih untung meski hanya sedikit, sekitar Rp. 500,- / pcs. Jika dikalikan maka keuntungan saya hanya sebesar Rp. 15.000,-.

Ternyata penolakan atas rizki yang kecil berbuntut pada rizki berikutnya yang akan segera datang.

Suatu sore, teman saya menelpon. Karena saya sedang mengendarai motor ditambah jalanan macet, saya urung mengangkatnya. Setelah telepon ketiga kalinya, saya menepi untuk mengangkatnya –biasanya jika ada telepon sampai ketiga kali atau lebih , saya asumsikan ada sesuatu yang sangat penting–. Teman saya yang diseberang telepon, menanyakan harga gantungan kunci jika order sekitar 150 pcs. Saya jawab, nanti saja kalau sudah sampai rumah, saya kasih tahu harganya, karena saya belum hafal satu per satu.

Saya sms harganya sesaat setelah sampai di rumah. Di sms balasannya dia minta dikurangi Rp. 500,- / pcs. Saya akan jawab OK, tapi saya urung karena keburu mau antar Istri periksa kandungan yang sudah menginjak minggu ke-37, ke Bidan dekat rumah.

Baru setelah pulang, sekitar jam 9 malam, saya sms ‘itu sudah murah bos, saya jamin deh, hehehe,,,’. Sebenarnya dengan harga yang ditawar, saya sudah mendapatkan untuk lebih dari 100%. Sms tersebut hanya pancingan, supaya ada posisi tawar menawar yang seimbang, berharap kalau-kalau harga yang semula bisa masuk. Kan lumayan, untungnya tambah gede, pikirku.

Dia tidak membalas. Saya anggap biasa saja, mungkin dia sudah tidur. Pagi harinya dia telepon saya, tapi tidak saya angkat, karena saya sedang mencuci motor. Saya harap dia telepon ke saya lagi, tapi tidak dia lakukan.

Seperti biasa, pagi-pagi saya berangkat ke kantor. Setelah sampai di kantor, saya telepon dia, menanyakan deal harganya. Dia bilang tidak jadi order, sudah order ke yang lain yang bisa dengan harga segitu. Kemarin saya telepon kamu susah banget, katanya.

Membatin, belum menjadi rizki saya. Ya sudahlah,,, ini pelajaran yang sangat berharga buat saya yang sedang belajar meniti usaha.

Kini saya semakin meyakini kebenaran pepatah tersebut. Ya ya ya,, Jangan Menolak Rizki Kecil.

Jakarta, 2 Des 09

Pulang

2009 Maret 12
oleh seva

Dan aku pulang

Disuatu malam yang biasa

Ketika bulan sibakkan kelam

Hadirkan langit yang rupawan

Aku tertegun

Merindukanmu

Pada renyah senyummu

*untukmu dikerudung rindu yang menantiku

Ku kirim lewat sms, dia membalas,,

Menanti suami tercinta… muach

11 maret 2009

Aku hendak telanjang bersetubuh

2008 November 12
oleh seva

Aku hendak telanjang bersetubuh

Mengandung benihmu

Melahirkan teriakan malam tak bersuara

Melahirkan Jeritan jalan si anak sial

Melahirkan Nyanyian beku si pengamen miskin

Melahirkan rintihan pengemis tua dan kaisan pencari sampah

read more…

SEORANG ”SYEKH” MENIKAHI ANAK INGUSAN

2008 Oktober 28
oleh seva

Berita memalukan –bahkan menjijikan bagi sebagian orang- datang dari Semarang. Seorang laki-laki 43 tahun yang menobatkan dirinya seorang ”Syekh”, menikah dengan seorang anak ingusan. Tak ayal membuat geram berbagai pihak. Seperti Majelis Ulama, Pembela hak perempuan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, dan komunitas masyarakat berakal waras.

Inilah DR HM Pujiono Cahyo Widianto, atau yang lebih dikenal Syekh Puji. Gembong kaligrafi kuningan ini memang bisa berbuat segalanya. Termasuk hasrat untuk -”kelainan seks” yang lebih menyukai anak-anak dibawah umur- menikahi perempuan dibawah umur alias masih bau kencur.

read more…

KENCANGKAN IKAT PINGGANG

2008 September 21
oleh seva

Tidak terasa, dua puluh hari sudah, kita berpuasa. Menempa diri mengabdi pada Allah, menjalankan perintahnya, menahan nafsu manusiawi semata-mata karena Allah Ta’ala. Bekerja keras beribadah semaksimal mungkin untuk merengkuh Rahmat-Nya yang sangat dekat, yaitu pada 10 hari pertama. Memohon dengan sangat, segala ampunan-Nya yang Allah buka lebar-lebar, yaitu sepuluh hari kedua. Dan kini, fase ketiga, sepuluh hari terakhir, Allah tutup rapat-rapat, dan Allah jauhkan sejauh-jauhnya Api neraka terhadap kita.

Di sepuluh hari terakhir, Nabi kita, Muhammad Saw, sangat menganjurkan kita untuk beri’tikaf di Masjid. Mengencangkan ikat pinggang, total beribadah, seakan tidak rela bulan yang sangat mulia ini meninggalkan kita dengan sia-sia. Mengintensifkan ibadah-ibadah maghdoh seperti membaca Al-qur’an, sholat wajib berjamaah, shalat sunnat rawatib dan shalat sunnat lainnya, berzikir kepada Allah (bertashbih, tahmid, takbir, tahlil, bershalawat kepada Nabi, dan lain sebagainya.

I’tikaf

Secara bahasa, I’tikaf berarti mendiami suatu tempat. Para ulama meng-istilahkan I’tikaf adalah mendiami Masjid dalam rangka bertaqarrub kepada Allah Swt.

Hukum I’tikaf akan menjadi sunnah Mu’aqadah pada sepuluh hari terakhir bulan puasa. Sunnat yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Oleh karena I’tikaf termasuk ibadah, maka ada rukun-rukunnya, yaitu :

read more…

RITUAL TAK TERPELAJAR

2008 Juni 18
oleh seva

Setiap tahun pasti ada, sejalan dengan datangnya tahun itu sendiri. Terjadi dan cenderung anarki. Bergerombol, arak-arakan, coret-coret baju dan coret apapun yang bisa, berteriak-teriak, dan segala macam ekspresi kebebasan yang kebablasan. Sebuah ritual yang tak terpelajar bagi para pelajar. Mereka lebih tepatnya seperti segerombolan penjahat yang telah terbebas dari jeruji tahanan. Terhempas dari masa-masa yang setiap detiknya begitu mencekam dan menakutkan. Sekolah baginya adalah penjara. Pelajaran baginya adalah agenda penyiksaan. Dan guru baginya adalah sipir berkumis tebal, berdada bidang, tinggi menjulang, dan bermata seperti hendak keluar. Bengis dan kejam.

Kini mereka lulus atau lebih tepatnya bebas. Mereka merasa berhak merayakannya sesuka hati meski merampas hak orang lain. Remaja usia belasan tahun ini tidak akan canggung melakukan kekerasan. Tidak segan-segan melukai siapa saja yang menghalanginya. Tidak lagi punya budaya malu dengan menenggak minuman keras di jalan-jalan. Merokok layaknya preman jalanan. Persis seperti penjahat berdarah dingin yang memamerkan kekejamannya.

read more…

Negara Israel Sebuah Tragedi

2008 Mei 30
oleh seva

Ketegasan sikapnya menolak Zionisme tampak jelas dari salah satu prinsipnya. “Saya tidak pernah mau ke Israel. Saya juga tidak mau ke Palestina selama masih menjadi bagian Israel.”

Dialah Rabbi Ahron Cohen, salah seorang juru bicara Neturei Karta, sebuah kelompok Yahudi ortodoks yang dibentuk pada 1935. Organisasi ini menolak Zionisme dan ingin negara Israel dibubarkan. Komunitas ini sekarang ada di sekitar Yerusalem, London, New York, dan Amerika Utara.

Rabbi Cohen ke Jakarta untuk menghadiri konferensi bertajuk “60 Tahun Penjajahan Palestina” di Universitas Indonesia. Berikut petikan wawancara Faisal Assegaf dari Tempo dengan lelaki yang menolak menyebutkan umur dan jumlah anaknya ini:

Kenapa Anda menolak Zionisme?

read more…